Keistimewaan Raudhah: Taman Surga di Masjid Nabawi
Raudhah, yang sering disebut sebagai “Taman Surga”, adalah salah satu area paling mulia di Masjid Nabawi. Tempat ini memiliki kedudukan istimewa karena disebutkan langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ dalam sebuah hadits shahih.
Dalam artikel kali ini, kita akan membahas lebih jauh tentang hadits Raudhah, batas-batas lokasinya, hingga makna mendalam yang terkandung di dalamnya. Mari kita simak bersama!
Apa Itu Raudhah?
Raudhah adalah area khusus yang berada di dalam Masjid Nabawi, Madinah. Kata “Raudhah” dalam bahasa Arab berarti “taman”. Tempat ini dijuluki sebagai “Taman Surga” karena keutamaannya yang bersumber langsung dari sabda Nabi Muhammad ﷺ.
Selain memiliki kedudukan spiritual yang agung, Raudhah menjadi salah satu lokasi paling dicari jamaah haji maupun umroh untuk menunaikan shalat, berdoa, dan berzikir. Berada di dalamnya diyakini membawa ketenangan dan keberkahan.
Hadits Tentang Raudhah
Rasulullah ﷺ bersabda:
ما بين بيتي ومنبري روضة من رياض الجنة
“Antara rumahku dan mimbarku terdapat salah satu taman dari taman-taman surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menegaskan keutamaan Raudhah sebagai tempat yang penuh rahmat dan ketenangan. Tidak heran jika Raudhah menjadi salah satu lokasi yang sangat dirindukan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Batasan Lokasi Raudhah di Masjid Nabawi
Menurut penjelasan Ustaz Firanda Andirja dalam Bekal Haji, batas-batas Raudhah di Masjid Nabawi adalah:
- Sebelah timur: rumah Aisyah radhiyallahu ‘anha, yang kini menjadi makam Nabi Muhammad ﷺ.
- Sebelah barat: mimbar Rasulullah ﷺ.
- Sebelah selatan: sejajar dengan mihrab Nabi atau bagian depan masjid lama.
- Sebelah utara: garis lurus dengan batas rumah Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Ukuran Raudhah sekitar 22 x 15 meter atau 330 meter persegi. Area ini dibedakan dengan karpet berwarna hijau, berbeda dari karpet merah yang digunakan di area Masjid Nabawi lainnya.
Makna Raudhah Sebagai Taman Surga
Para ulama memberikan tiga pandangan utama mengenai makna Raudhah sebagai taman surga:
- Pendapat Pertama
Raudhah dianggap menyerupai taman surga. Jamaah yang beribadah di dalamnya merasakan ketenangan batin dan kedamaian mendalam yang diyakini mirip dengan suasana surga. - Pendapat Kedua
Beribadah di Raudhah dipercaya sebagai salah satu jalan menuju surga. Amalan seperti shalat, doa, dan dzikir yang dilakukan di tempat ini memiliki nilai yang lebih utama dibandingkan tempat lain. - Pendapat Ketiga
Sebagian ulama berpendapat bahwa Raudhah secara nyata akan dipindahkan ke surga pada hari kiamat. Artinya, Raudhah bukan hanya simbolik, melainkan bagian hakiki dari surga itu sendiri.
Ibnu Hajar dalam Fathul Baari menambahkan, secara majas Raudhah disebut taman surga karena membawa rahmat dan kedamaian. Namun secara hakikat, tempat ini diyakini benar-benar akan dipindahkan ke surga kelak.
Keutamaan Shalat di Raudhah
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan dalam Majmu’ Fatawa bahwa semua area di Masjid Nabawi memiliki keutamaan besar. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ:
صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
“Shalat di masjidku ini lebih utama daripada seribu shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.” (HR. Muslim no. 1394)
Hadits ini menegaskan bahwa seluruh bagian Masjid Nabawi penuh pahala. Meski demikian, Raudhah memiliki nilai khusus karena sejarah, spiritualitas, dan doa-doa mustajab yang banyak dipanjatkan di sana.
Kesimpulan
Raudhah adalah salah satu tempat paling istimewa di Masjid Nabawi. Dijuluki “Taman Surga” berdasarkan sabda Nabi Muhammad ﷺ, Raudhah menjadi simbol ketenangan, doa, dan harapan umat Islam untuk meraih surga.
Mengunjungi Raudhah adalah pengalaman spiritual yang mendalam bagi jamaah haji dan umroh, sekaligus kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى.
Untuk informasi seputar perjalanan ibadah haji dan umroh yang nyaman serta terpercaya, kunjungi Haramain Update di website Pusat Umroh dan temukan berbagai pilihan layanan terbaik untuk Anda dan keluarga.

